suatu ketika ada seseorang yang bernama Abu Nawwas, dia sedang mencari sebuah cincinnya yang hilang didalam rumahnya, tetapi dia mencarinya diluar rumah. ketika itu tetangganya melihat Abu Nawwas sedang mecari cincinnya yang hilang maka tetangganya datang membantu. beberapa lama kemudian cicncin yang dimaksud tidak juga kunjung ketemu, maka tetangganya bertanya "Tuan, memangnya cincin tuan hilangnya di mana? maka Abu Nawwas berkata "cincin saya hilang di dalam rumah”
begitulah cerita yang jenaka, tetapi dibalik iru semua ada rahasia yang tuan Abu Nawwas ingin sampaikan. Perlu kita ketahui, ketika seseorang mendapatkan sebuah masalah, maka kita akan terfokus pada masalah itu sendiri tanpa meperhatikan perbuatan kita sendiri. Ketika seseorang mendapatkan penyakit di tubuhnya maka ia langsung menuju rumah sakit untuk berobat ke dokter. Padahal seharusnya ia memperhatika perilakunya sebelum menderita penyakit tersebut, mungkin ia telah berbuat sebuah kesalahan atau dosa.
Dulu saya teringat dengan prilaku saya kepada orang tua. Waktu itu ibu saya meminta tolong untuk pekerjaan rumah, ketika itu saya sedang sibuk dengan pekerjaan kantor, maka saya membentak orang tua sambil berkata “ Iih, mamah mah, kan lagi sibuk nih” walaupun setelah menolah permintaannya itu saya tetap melakukan pekerjaan yang dimintanya. Esok harinya saya berpuasa, tapi paginya saya merasakan sakit yang teramat sangat. Maka saya mengadu kepada mamah, dan beliau menyarankan saya untuk berbuka saja. Setelah saya berbuka puasa saya merasakan sakit pada perut yang teramat sangat. Saya lihat ibu saya merawat saya dengan penuh kasih, dan mamah saya menelepon kakak- kakak saya yang lain yang perawat untuk merawat saya dirumah saja, karena biaya dirumah sakit tidak terjangkau. Selama satu minggu lebih saya terbaring tidak berdaya dengan selang infus menempel di tangan, saya mulai diberi petunjuk oleh Allah SWT untuk mengoreksi kesalahan diri. Setelah berintropeksi, saya langsung meminta maaf kepada mamah, dan beliau pun memaafkan saya sambil menasihati saya untuk tetap meminta maaf kepada yang maha kuasa. Esoknya saya diberikan obat- obatan yang disunnah kan Agama, maka berselang dua hari saya langsung mendapatkan kesegaran dan dapat bekerja seperti biasa.
Dari kisah tersebut jika kita kurang teliti maka kita akan mendapat kesimpulan bahwa saya sembuh karena saya meminum obat- obatan nabawi, tapi perlu diketahui bahwa saya sembuh karena saya telah meminta maaf kepada orang tua, karena telah berbuat salah kepadanya. Penyakit dan kesulitan dapat menebuskan dosa yang kita miliki, agar kita nanti ketemu dengan-NYA, kita dalam keadaan suci.
Ketika seseorang mendapatkan musibah, seperti jauhnya jodoh, bisa jadi ia punya masalah dengan Allah SWT. Oleh karena itu, jangan jauh- jauh mencari jodoh atau ke kiyai- kiyai apalagi dukun ( na’udzubillah ) minta doa, lebih baik perbaiki diri, perbanyak istighfar dan shadaqah. Insya allah, secepat dan sebanyak ia mendekatkan diri kepada Allah, maka sebanyak dan secepat itu pula ia akan mendapatkan yang ia inginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar