Rabu, 23 November 2011

perjalanan hidup seorang yang hina

             Saya pernah melihat merosotnya moral ummat islam di daerah jawa timur, saya pikir hanya di daerah sana saja, ternyata ketika saya teliti diberbagai tempat, innalillahi .... ternyata mata saya kebuka lebar. Dahulu saya ketika belajar dipondok modern (salah satu cabang Gontor), saya pikir kehidupan ini, mungkin kurang lebih seperti ini kehidupan didunia luar. Ketika saya terjun kemasyarakat luar ternyata 100% berbeda dengan kehidupan saya dipondok. Dahulu dipondok, saya melihat banyaknya para santri pergi kemasjid untuk shalat berjama’ah ketika adzan berkumandang, tapi saya lihat kehidupan masyarakat diluar pondok, mereka sibuk bekerja dan mengakhirkan waktu shalat, bahkan melupakan shalat.

                Ketika saya berkeliling mencari kebenaran hidup didaerah jawa, ternyata kurang lebih kehidupan di pegunungan, perkebunan, perkampungan & perkotaan, sama saja semuanya melalaikan shalat. Saya teringat akan kisah sahabat saya tentang seorang yang beragama kristen yang membaca kisah perjalanan orang islam yang sangat menggugah hati, ya ...  mungkin ia membandingkan bagimana orang islam mendahulukan saudaranya seperti ketika saudarannya ibnu abbas yang ketika perperangan, sedang sekarat dan meminta air minum, tapi ketika disodorkan kepadanya, ia mendengar ada orang yang merintih meminta air, maka saudaranya ibnu abbas menisyratkan ibnu abbas untuk memberikan air tersebut untuk diberikan kepada orang yang disebelahny, ketika ibnu abbas datang dan menyodorkan air, terdengar suara rintihan. Maka ia mengisyaratkan agar air tesebut juga deberikan kepada orang disebelahnya, tetapi ketika ibnu abbas datang ia melihat orang itu sudah syahid ( dalam agama islam disebut demikian karena orang itu meninggal dunia ketika memperjuangkan agama ), maka ibnu abbas kembali kepada orang yang ke 2 untuk memberikan air, tapi ternyata orang yang ke 2 itu pun sudah meninggal dunia, kemudia ia datang ke saudaranya, tapi ia menemukan saudaranya telah meninggal juga.
                Ya ... kadang kisah yang dibuku sulit kita cerna, mungkin kah kisah tersebut masih ada di dunia sekarang ini. Banyak orang hanya karena perkara yang sepele seperti, kalah main bola terjadi tauran, perkallihan bahkan pembunuhan. Hanya karena seorang anak berkelahi dengan anak orang lain, kedua orang tua bermusuhan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 



                                                               

1 komentar:

Anonim mengatakan...

ini alamat email saya: suiroh.alhd@gmail.com