Selasa, 17 April 2012

Kisah indah Ibnu Hajar dengan Seorang Yahudi

Ibnu Hajar rahimahullah dulu adalah seorang hakim besar Mesir di masanya. Beliau
jika pergi ke tempat kerjanya berangkat dengan naik kereta yang ditarik oleh kuda-kuda atau
keledai-keledai dalam sebuah arak-arakan.

              Pada suatu hari beliau dengan keretanya melewati seorang yahudi Mesir. Si yahudi itu
 adalah  seorang  penjual  minyak.  Sebagaimana  kebiasaan  tukang  minyak,  si  yahudi  itu
pakaiannya kotor. Melihat arak-arakan itu, si yahudi itu menghadang dan menghentikannya.



 Si yahudi itu berkata kepada Ibnu Hajar:

“Sesungguhnya Nabi kalian berkata:

 ” Dunia itu penjaranya orang yang beriman dan surganya orang kafir. ” (HR. Muslim)

              Namun  kenapa  engkau  sebagai  seorang  beriman  menjadi  seorang  hakim  besar  di
Mesir, dalam arak-arakan yang mewah, dan dalam kenikmatan seperti ini. Sedang aku -yang
kafir- dalam penderitaan dan kesengsaran seperti ini.”

              Maka          Ibnu        Hajar        menjawab:               “Aku         dengan           keadaanku              yang         penuh         dengan
kemewahan  dan  kenimatan  dunia  ini  bila  dibandingkan  dengan  kenikmatan  surga  adalah
seperti  sebuah  penjara.  Sedang  penderitaan  yang  kau  alami  di  dunia  ini  dibandingkan
dengan yang adzab neraka itu seperti sebuah surga.”

              Maka  si  yahudi  itupun  kemudian  langsung  mengucapkan  syahadat:  “Asyhadu  anla
ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammad rasulullah,” tanpa berpikir panjang langsung
masuk Islam.

              Subhanallah,  sangat  menakjubkan  hadits  Rosulullah  shallallahu  ‘alaihi  wa  sallam
dalam kisah ini…

Bahan Renungan:

Imam An-Nawawi menjelaskan hadits ini: “Dunia itu penjaranya orang yang beriman dan
 surganya orang kafir.”  

 
 “Maknanya  bahwa  setiap  mukmin  itu  dipenjara  dan  dilarang  di  dunia  ini  dari
kesenangan-kesenangan   dan   syahwat-syahwat   yang   diharamkan   dan   dibenci.   Dia
 dibebani untuk melakukan ketaatan-ketaatan yang terasa berat. Jika dia meninggal dia akan beristirahat dari hal ini. Dan dia akan berbalik kepada apa yang dijanjikan Allah 
berupa kenikmatan abadi dan kelapangan yang bersih dari cacat. 

Sedangkan orang kafir, dia hanya akan mendapatkan dari kesenangan dunia yang dia 
peroleh,  yang  jumlahnya  sedikit  dan  bercampur  dengan  keusahan  dan  penderitaan. 
Dan  bila  dia  telah  mati,  dia  akan  pergi  menuju  siksaan  yang  abadi  dan  penderitaan 
yang selama-lamanya.”(Syarah Shohih Muslim No. 5256) 

Maka sepantasnya seorang mukmin bersabar atas hukum Allah dan ridha dengan yang 
ditetapkan dan ditaqdirkan oleh Allah. Semoga kita diberi taufik, kemudahan, dan al-afiat 
untuk menjalani kehidupan dunia ini. Amiin

Tidak ada komentar: